Dari sana aku mengambil foto A Sui dengan silhouette senja temaram. Aku memohon maaf padanya dan mengatakan bahwa aku belum siap menerima anugerah yang ingin dipersembahkannya itu. Bokep Indo Dia terus menggelinjang dan meronta-ronta seperti joki sedang naik kuda liar. Setelah diterpa angin dingin, barulah A Sui sadar bahwa ia telah dalam keadaan polos di depanku, sejenak aku tersadar ketika ia berteriak kecil sambil terisak. Tapi dia agaknya enggan beranjak. I missed U so much, honey.. “Iyalah, kan ada A Sui yang bakal ngingatin terus khan?”. Dengan setengah mengancam, Mami berkata sebelum ia meninggalkan kami di tepi sungai, “Jaka, kamu jangan terlalu sering melirik si bungsu lho.., nanti malah kain sarungnya melorot”, ujarnya seolah tahu apa yang sedang kupikirkan bila melihat punggung pualam A Sui.




















