Setelah hidup akupun berbalik kearah Tina sambil duduk di sofa, disampingnya. Seperti biasanya hari itu adalah senin malam sekitar jam 19.00 wib saya masih nongkrong di pos ojek menunggu penumpang. Bokep Indonesia kuremas dadanya,payudara yang besar, halus dan kuning itu segera kulumat.“Mmmhhhh,..nikmat sekali Vi,…”“Teruussss,..Diiii”Tanganku terus mengeranyangi kemaluan Devi yang sudah basah. Kemudian saat aku lewat didepannya aku menawarkan tumpangan.“Ojek mbak?” perempuan itu tampak ragu2. lantas melihat ke arahku.“Ke jetis berapa?”“Tujuh ribu mbak!” tak kusangka mbak itu mau juga aku tawarin.“Mmm baiklah, ada jas hujannya tho?”“Iya mbak, tapi cuma satu, nanti dibelakang khan nggak kena hujan” kataku meyakinkannya,Padahal dia sudah basah kuyup oleh hujan. Bayi dalam gendongannya sudah tertidur, dan Tina pamitan menidurkan anaknya.“Kamu nginap disini saja, Di ?, hujan malah tambah deras” kata Devi lagi.Wah, tawaran yang aku tunggu nih, aku segera memasukkan motorku ke garasi dan bergegas kembali kedalam sambil mengeringkan tubuhku.










