“Emangnya kenapa?”
“tidak, badan kamu masih langsing dan berisi seperti dulu waktu pacaran”, kataku sambil senyum. Bokep Twitter Lewat telepon di kantor aku mengobrol banyak dengannya, mengenang masa lalu, kulihat ada kebahagiaan dalam dirinya, meskipun masih ada rasa rindu dalam hatinya, namun aku ikut berbahagia.Suatu hari dia meneleponku di kantor dan menangis dalam telepon dia menceritakan ada masalah pribadi yang tak bisa ditanggungnya sendiri, aku hanya diam mendengarkan sambil sedikit memberikan advise buatnya, dua jam lebih kami ngobrol di telepon, hingga dia sedikit terhibur dan sudah bisa tertawa mendengar gurauanku. ohh, Mass, Mass.. “Emangnya kenapa?”
“tidak, badan kamu masih langsing dan berisi seperti dulu waktu pacaran”, kataku sambil senyum. “Terserah kamu aja deh, tapi aku masih ingin ngobrol banyak sama kamu soal kemarin di telepon, cuman aku hanya bisa sampai jam empat sore aja”, katanya.




















