Dengan hubungan-hubungan itu, Pak Totok jelas tidak mungkin mempunyai kesempatan untuk melakukan tindakan tercela terhadap pasiennya tersebut. Bokep Cina Pinggangnya yang masih membentuk lekuk walau perutnya mulai membusung. Mereka menjadi jarang bertatap muka, apalagi Darmi yang selalu berusaha menghindari tatapan mata lelaki tua itu. Tidak pernah sepanjang kariernya, dia melakukan tindakan tidak terpuji.Walaupun sebenarnya, Pak Totok pun tidak mengingkari bahwa beberapa kali dia tergoda oleh beberapa pasien wanitanya. Dari balik kolornya tonjolan batang itu nampak sangat jelas dan tepat di depan menantunya yang montok. Nafasnya terengah, tapi dia membiarkan wanita itu mengurut pantatnya. Pak Totok tahu sikap itu adalah karena ketidak pedean Bu Susan pada dadanya yang besar. Tepat setelah Bu Susan berpamitan, Darmi mengambil pose di depan wastafel sambil sedikit menungging. Hanya pantatnya yang sedikit sakit. Saat itu mertuanya ikut duduk di dipan terapi di samping kepala Bu Susan.




















