Secara bregiliran kami mandi menyegarkan tubuh, berpakaian dan bertemu di meja makan. Aku sadar jika kami berdua membutuhkan sebuah aturan dasar dalam hal ini.“Pertama, aku rasa kita harus saling setuju dan berjanji bahwa kita tidak akan saling bermain dengan orang lain tanpa persetujuan salah satu dari kita. Bokep Crot Apakah kamu mau memaafkanku?” tanyanya.Aku hendak mulai menjawab, tapi Erina sudah berada di ruangan ini.“Abang percaya semua omong kosong ini? “Kamu yakin mau melakukan ini?” tanyaku. Kelakuan Vita berubah aneh sejak sekitar bulan lalu dan sekarang aku baru mengerti sebabnya,” jawabku.“Kakak kandungku sendiri!” kata Erina dengan geram. Segera saja aku menyadari ada sesuatu yang berubah. Erina menarik nafas.“Akan kupikirkan.”“Dan diskusikan dengannya soal belum juga hamilnya kamu.




















