Dan sikapku tetap dingin meskipun Linda sudah melingkarkan tangannya ke leherku. Vidio Sex “Kok Linda nggak bilang sih…?”, aku mendengus sambil menatap Linda yang jadi memerah wajahnya. “Okh…?!”. Aku menatapnya dengan tajam. Terasa padat dan kenyal dadanya. Apalagi oleh sesuatu yang aku sukai. “Siapa namanya?” tanya Tante Maya lagi. “Cinta…?” aku mendesis tidak mengerti.Entah kenapa Linda tersenyum. Tapi tetap saja aku tidak merasakan sesuatu.Dan tiba-tiba saja Linda mencium bibirku. “Bobby”, sahutku tetap dengan nada bangga.Tante Maya meminjamnya sebentar untuk berjalan-jalan. “Ohh…”, Linda mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalau aku bukan hanya tidak pernah pacaran, tapi masih sangat polos sekali. Bahkan dia langsung turun dari pembaringan, dan menyambar pakaiannya yang berserakan di lantai. Aku memang paling suka kalau dipuji.Oh, ya…, Nanti malam kamu datang…”, ujar Tante Maya sebelum pergi. Kedua bola mataku sampai membeliak lebar. Dan aku selalu menganggapnya sebagai teman biasa saja.




















