Wuih, susah dan sempit sekali. Wuih seperti di surga rasanya. Bokeb Saat itu pintu masih dalam keadaan terkunci, sehingga kami terpaksa harus menunggu sampai teman kami yang membawa kunci datang. Kulumat mesra kembali bibirnya sambil berbisik. Kerasan kerja di sini?” pertanyaan yang benar-benar retoris, hanya sebagai ice breaking. Kebahagiaan kami berjalan seperti layaknya sebuah keluarga kecil yang bahagia, tanpa kekurangan satu hal pun.Hingga pada suatu saat, perusahaan yang bersebelahan dengan perusahaanku, mempekerjakan seorang karyawati baru di bidang administrasi. Sambil terengah-engah Voni berucap mesra.“Makasih ya Mas.. Beda banget sama yang dirumah..” pikirku. Perusahaanku saat itu menyewa sebuah rumah yang dijadikan kantor. Berkulit sawo matang dengan mata berbulu lentik. Kecupanku dibalasnya mesra dan terasa sekali hangat bibirnya.Lama bibir kami saling berpagutan. Terasa bulu-bulu halusnya yang telah basah sejak permainan tangan kami pertama. Selama tiga bulan saya kerja di sini, belum pernah menegur saya, sedangkan




















