Aku merasa sudah tidak tahan lagi. Malam itu begitu indah. Bokep Korea “Hallo, Ricky, kamu kemaren kemana? Tapi entah mengapa aku tidak tertarik padanya. “Rick, aku harus pergi sekarang,” ia diam sejenak, “Nanti sore kau boleh telepon aku.”
“Thanks Fell,” aku berdiri mendekat, kukecup keningnya dan kutinggalkan ia. Entah mengapa rasanya lain sekali tubuhnya malam itu. Ada apa sebenarnya dengan dirinya? Atau ia sekarang punya kepandaian mencopet?Tahu-tahu aku didudukkan di bangku kiri. “Silahkan duduk Den.”
Aku duduk di ruang tamu. Dan teringat Felly. Selalu saja kami gagal bubaran kalau kami saling bertemu. Kutinggalkan rumahnya menuju rumahku.Ini yang kuheran. Kepalaku sudah berat bukan kepalang. Tidak ada niat sedikitpun untuk menindak lanjuti pembicaraan kami. Kususupkan tangan kananku ke balik kaus dalamnya, masuk ke dalam BH-nya. Sudah lama sebenarnya aku bosan dengannya. “Aku sekarang ada di Lobby bawah, gimana kalau kita makan siang?”
“Sorry Fell, kemaren ada trouble di




















