“Tapii mbakk…Argggg” aku masih tetap ragu. Dan lelaki yg beruntung itu kebetulan adalah mang Narko, yg berstatus hanya sebagai sopir keluargaku, suaminya mbak Siti.Seorang pria tua, berkulit hitam legam, bertubuh pendek dan kerempeng. Bokep Jepang Samaa mamang,mbakk?!”Jantungku berdetak keras mendengar tawaran tak terduga-duga darinya itu. Siapa yg Mbak maksud?” tanyaku.Aku sempat mengira kemungkinan yg dimaksudkan mbak Siti itu adalah salah satu istri mang Narko yg lain.“Ya orangnya itu kamuu toh nduk!”jawab Mbak Siti sambil mencubit pipiku gemas
“A aaku, mbak?”
“Iya kamu. “Gimana jadi ndak, he eh-nya?”tanyanya. Detik demi detik berlalu. Sepertinya terjadi perdebatan kecil di situ. Kecepatannya sungguh lambat namun ia lakukan dengan kedalaman terukur secara konstan. Ayolah, tunggu apa lagi?”goda mbak Siti terus berusaha menggoyahkan keimananku. Mbak ndak keberatan non di gituin sama suamiku. Melanggar apa yg telah selama ini mami pesankan kepadaku. Masih untung saya mau membantu hasrat terpendam kakang itu ”
“Aku




















