Dengan uang pemberian mereka yang cukup banyak aku indekost di suatu kampung yang biayanya hanya 50 ribu sebulan. Bokep Tante Lampu kamarku dimatikan sehingga aku tak bisa melihat siapa yang sedang berusaha memperkosaku. Tugasku membersihkan rumah dan kamar-kamar kost. Penghasilanku pun besar. diam, aku Bimo,” bisiknya dengan suara beda dari yang tadi. Untuk pencegahan kehamilan selama ini aku memang sudah rutin minum pil kb sesuai anjuran teman kostku dulu. Gila! Aku semakin bingung karena yang semula kuanggap pemerkosaan atas diriku sekarang sudah berganti jadi kebutuhan dan kenikmatan. cuma sebentar kok mas, abis saya kira majalah apa gitu.”
“Sini, Nul,” tangannya menarik tanganku lalu menutup pintu kamar. “Rasanya enak kok, badan jadi hangat.”
Sambil makan minum tak terasa aku ikut menenggak bir itu meski cuma setengah gelas.




















